Kamis, 06 Juni 2013

Karya Allah Dalam Kesembuhan Penyakit

Bahan Alkitab: Matius 9:12

Sepanjang hidupnya, setiap manusia pasti pernah merasakan sakit. Penyakit itu sangat berpengaruh terhadap manusia, tidak hanya secara fisik tetapi meluas sampai pada mental, bahkan kepribadiannya. Apabila kita telah mengetahui bahwa penyakit bias menyerang siapa saja, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan karena seorang yang sehat berarti dia dapat berfungsi sebagai manusia seutuhnya.

Jika kita memperhatikan seseorang yang sakit atau bahkan ketika kita sendiri yang sakit, kita akan menemukan keadaan seperti berikut:

Peristiwa Kelahiran Sebagai Karya Allah

Bahan Alkitab: Mazmur 22:9-10

Peristiwa kelahiran merupakan hal yang sangat sering kita dengar maupun saksikan. Kelahiran seorang anak merupakan kebahagiaan bagi keluarga. Bahkan sebagian besar keluarga mengadakan syukuran atas kelahiran seorang anak dalam keluarga mereka.

Ketika seseorang lahir, ia belum tahu apa-apa. Namun, apapun alasannya, ia dilahirkan kedunia agar mempunyai makna di hadapan Tuhan dan menikmati hidup sebagai anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepadanya. Setiap manusia diberikan kesempatan untuk menikmati berkat Tuhan, seperti menghirup udara, menikmati terang, menikmati air, dapat berkomunikasi dengan sesamanya dan sebagainya.
Kelahiran seorang bayi dan proses-proses terbentuknya janin dalam kandungan dapat dijelaskan secara biologis (manusia lahir karena pertemuan antara sel sperma dan sel telur). Namun, ada beberapa bagian dari peristiwa itu yang tidak dapat dijelaskan oleh akal budi manusia, seperti kutipan-kutipan di bawah ini:

Kebesaran Allah dan Keterbatasan Manusia

Bahan Alkitab: Keluaran 14:15-31

Kebesaran Allah adalah ungkapan yang menjelaskan kemuliaan, keagungan, kehormatan dsb untuk menggambarkan keadaan Allah yang tidak dapat dibandingkan dengan kebesaran manusia atau sesuatu yang besar didunia ini. Keterbatasan manusia adalah Keterbatasan manusia adalah suatu keadaan yang menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, baik dalam pikiran, perasaan, perbuatan, maupun dalam karya manusia. Dalam keseluruhan isi Alkitab, Allah telah membuktikan segala karyaNya. Kebesaran Allah dapat kita lihat melalui:

Keterbatasan Manusia

Bahan Alkitab: Tawarikh 15:7

Keterbatasan manusia adalah suatu keadaan yang menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, baik dalam pikiran, perasaan, perbuatan, maupun dalam karya manusia. Manusia mampu membuat pesawat dengan teknologi yang sangat tinggi, namun tetap saja ada kerusakan yang terjadi. Hal tersebut menunjukkan bahwa sehebat apapun, manusia tetap memiliki keterbatasan.


Memahami keterbatasan manusia
Ketika Allah menciptakan dunia beserta isinya, manusia diciptakan secara sempurna oleh Tuhan sebagai makhluk yang mulia. Manusia dilengkapi dengan akal budi dan pikiran yang sempurna. Namun, dalam perjalanan hidup selanjutnya, manusia tidak mampu menjalani perintah yang telah diberikan oleh Tuhan, akhirnya manusia jatuh ke dalam dosa. Dosa tidak hanya menjadi pelanggaran terhadap perintah Tuhan, tetapi juga merupakan sikap pemberontakan manusia terhadap otoritas Allah. Sebagai penerima mandat Allah, manusia tidak mampu menjalankan seluruh perintah Allah, sehingga tetap berada dalam keterbatasannya.

Kebesaran Allah

Bahan Alkitab: Pengk. 3:11; Maz. 40, 78, dan 104

“Kebesaran” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sifat (keadaan besar); kehormatan; keluhuran; kemegahan; kemuliaan; kejayaan; keagungan; tanda-tanda yang menyatakan ketinggian martabat atau pangkat. Dengan demikian “kebesaran Allah” adalah ungkapan yang menjelaskan kemuliaan, keagungan, kehormatan dsb untuk menggambarkan keadaan Allah yang tidak dapat dibandingkan dengan kebesaran manusia atau sesuatu yang besar didunia ini. Berikut adalah tanda-tanda kebesaran Allah:

Manusia Diberi Mandat Untuk Berkarya

Bahan Alkitab: Kejadia 1:28-30

Mandat adalah perintah yang diberikan oleh seseorang/lembaga kepada orang/lembaga lain untuk dilaksanakan.

Manusia adalah mandataris Allah
Kata “mandataris” berarti orang yang menerima (diserahi, menjalankan) mandat. Jadi, manusia sebagai penerima mandat dari Allah berarti manusia diberi kuasa atau kewenangan oleh Allah untuk menjalankan perintah-perintahNya (berkarya sesuai dengan kehendak Tuhan). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan mandat Allah tersebut:

Manusia Sebagai Gambar dan Rupa Allah

Bahan Alkitab: Kejadian 1:26-30; 2:7; 3:14-19; Maz. 8

Arti gambar dan rupa Allah
Dalam bahasa Ibrani sebagai bahasa asli PL, kata “gambar” adalah tselem yang berarti gambar, patung, model yang asli. Sedangkan “rupa” disebut dengan istilah demuth yang berarti salinan, tembusan yang asli. Dalam bahasa Yunani yang merupakan bahasa asli PB, “gambar” disebut dengan istilah eikoon yang berarti bentuk yang asli atau perwujudan yang dilukiskan, yang tampak. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , “gambar” berarti tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dll.) yang dibuat dengan coretan pensil dsb pada kertas, lukisan. “Gambaran” adalah hasil menggambar, bayangan, uraian, keterangan, penjelasan. “Rupa” diartikan sebagai keadaan yang tampak diluar, tampang muka, wujud atau apa yang tampak (kelihatan), bentuk.

Mahkota dan Upah

Diteliti dan disesuaikan oleh Ralph Mahoney


Pengadilan Dari Tahta Kristus

Pendahuluan

"Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus, supaya setiap orang yang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat" (2Kor 5:10).


Kata Yunani bagi "Tahta Pengadilan" adalah bema yang berarti "panggung yang didirikan". Jadi BUKANLAH suatu "kursi hakim," di mana juri-juri yang kaku/keras duduk dan menentukan hukuman apa yang harus diberikan bagi setiap tertuduh.

Rabu, 05 Juni 2013

Lima Karunia Kepemimpinan

Oleh: Ralph Mahoney


Bab 1  —  Karunia Kepemimpinan Yang Ditempatkan Yesus Di Dalam Gereja

A. MENGAPA YESUS MEMBERIKAN KARUNIA KEPEMIMPINAN PADA GEREJA

Setelah mati karena dosa kita di atas salib, Yesus naik ke sorga untuk didudukkan di sebelah kanan Bapa Sorgawi kita. (Kis 1:9-11 Ef 1:20-22. Dari tempat otoritas itu Dia memberikan karunia kepemimpinan pada gereja. Dia memberikan rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, gembala-gembala dan guru-guru untuk menyempurnakan (memperlengkapi) orang-orang kudus (Ef 4:6,11).

Kanonisasi Alkitab

Oleh: Bob Weiner, pendiri Gereja-Gereja Campus Maranatha Gainesville, FL


Bab 1  —  Bagaimana Sebuah Buku Dapat Menjadi Bagian Dari Alkitab?

A. KANONISASI

Buku-buku mana yang termasuk di dalam Alkitab? Bagaimana hal itu diputuskan?

Kanonisasi adalah suatu proses bagaimana buku-buku dari Alkitab itu menerima persetujuan untuk diterima oleh pemimpin-pemimpin sidang. Bagaimana buku-buku dalam Alkitab itu bisa diterima sebagai suatu bagian yang dianggap kanon dari Alkitab?


Bagaimana seorang dapat mengatakan bahwa sebuah buku itu adalah buku yang didapat dari ilham Roh ketika dia melihatnya?

Tanda-tanda apakah yang membedakan pernyataan itu suci atau pernyataan yang murni berasal dari manusia? Beberapa kriteria akan diceritakan dalam proses ini. Untuk itu umat Allah harus melihat adanya tanda-tanda kepemilikan dari Allah dengan otoritas yang kudus.